Kencan buta #2: Riset S2 (UGM 1996-1999); model kesetimbangan termodinamika untuk sistem ekstraksi reaktif

Pengalaman kencan buta pertama membuat saya merasa lebih siap menghadapi kencan buta yang kedua. Hal pertama yang saya lakukan kali ini adalah mencari sumber dana yang bukan orang tua saya (karena mereka sudah terang-terangan menolak melakukan investasi pada riset saya yang belum jelas prospeknya itu). Beruntung sekali Bank Dunia bersedia menanggung biaya untuk petualangan saya kali ini, melalui program beasiswa yang disebut URGE  (untung tidak perlu rekomendasi orang tua untuk melamar beasiswa ini).

Setelah beres dengan urusan finansial, maka hal kedua yang saya lakukan adalah memilih target. Saya tidak terkesan dengan si kinetika reaksi, jadi saya tidak mau berkencan dengan dia lagi, walaupun dianya mengobral berbagai janji pada saya.  Dia terlalu tua dan tidak bisa mengimbangi energi saya yang begitu menggebu-gebu untuk selalu mengeksplorasi hal-hal baru. Ternyata urusan mencari target ini lebih sulit daripada mencari dukungan finansial, terutama karena saya belum menemukan jatidiri saya. Saya belum tahu betul, selera saya sebetulnya yang bagaimana. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba ‘rasa baru’, yaitu bertualang dengan riset teoritis fundamental  dalam kesetimbangan termodinamika (kedengarannya saja sudah mengerikan, tapi seperti halnya film horor, asyik juga sesekali tegang-tegang sedikit). Termodinamika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana energi berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, bagaimana meramal arah dan besarnya perubahan itu, dan tentu saja bagaimana mengendalikannya. Contoh kasus efek perubahan energi yang ‘tidak terkendali’ bisa banyak sekali, mulai dari rem blong sampai bom atom. Belajar termodinamika, rasanya seperti membaca novel detektif, di mana fakta-fakta tampak berserakan di awal cerita, tapi setelah mencerna kisahnya halaman demi halaman, di bab terakhir kita akan berguman, “Oooooo …” dan mengakui keindahan ceritanya.

Semua syarat primitif untuk membina hubungan penuh gairah dengan si termodinamika yang misterius ini sudah saya penuhi. Saya (merasa)  sangat kenal liku-liku teorinya, saya punya keterampilan eksperimentalnya, dan saya punya dukungan dana cukup besar. Sejauh yang saya ingat, saya hanya memecahkan beberapa benda kecil dan murah dalam kencan kedua ini, dan itu hanya terjadi saat saya bekerja sambil melamun (lamunan saya bisa jadi blog tersendiri kelak).

Walaupun demikian, ketika tiba saatnya saya menghadapi ratusan angka dalam data sheet saya yang menunggu untuk disimpulkan maknanya, mulailah saya menghadapi komplikasi baru. Mungkin saja saya bisa merancang dan menjalankan eksperimen saya di laboratorium dengan sangat terampil, tapi saya baru menyadari bahwa saya tidak telaten menyusun sebuah program komputer untuk mengolah data saya. Sialnya, demi si termodinamika ini, mau tidak mau saya harus menulis program komputer yang cukup panjang, berbelit-belit, dan (buat saya) sangat menyebalkan. Saya sangat benci duduk berjam-jam di depan komputer, menatap layar komputer saya dengan berdebar-debar saat program mulai di-run, hanya untuk mendapati diri saya kecewa dengan sederetan ‘error messages’ pada akhirnya. Saya adalah petualang alam bebas sehingga duduk di depan komputer mengerjakan programming adalah mimpi buruk buat saya. Namun demikian, pengalaman ini membuka horizon baru bahwa pemodelan matematis dan sedikit ‘computer game’ merupakan bumbu-bumbu penyedap yang memperluas kemungkinan mengeksplorasi target untuk kepuasan maksimum. Tapi saya mencatat dalam hati bahwa lain kali, di kencan buta saya selanjutnya, saya akan mengajak orang yang suka ‘computer game’ untuk bekerja sama dengan saya. Saya tidak keberatan sama sekali berbagi target dengan orang lain, apalagi jika itu bisa meningkatkan keasyikannya. Lebih bagus lagi kalau bisa kencan ganda (PS: akhirnya baru di kencan buta #5 saya kesampaian melakukan kencan ganda ini, dan itu kisah mengharu-biru tersendiri).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: