Kencan buta #4: Riset postdoktoral (WVU 2004); cyanobacteria untuk pupuk organik di sawah padi

Saya merasa perbekalan saya untuk menghadapi kencan buta yang keempat sudah sangat lengkap: keterampilan kerja lab, kemampuan pendukung (teknik kalkulasi dll.), teknik menulis proposal yang bisa menggaet calon penyandang dana, dan kemampuan berpikir kreatif di luar pakem yang lazim diikuti orang banyak. Jadi sudah saatnya saya melakukan kencan buta dengan tantangan lebih besar.

Selama 10 tahun menjalani 3 kencan buta, saya selalu memilih kekasih klasik di jalur teknik kimia konvensional sampai saya merasa mulai bosan sendiri. Saya perlu tantangan baru dan oleh karena itu saya menginginkan tipe berandalan untuk pacar berikutnya: teknik bioproses. Berurusan dengan makhluk-makhluk kecil yang disebut mikroorganisme ini betul-betul membuat saya gila pada awalnya. Jika saya tidak memberi makan mereka sesuai keinginan mereka, atau jika saya kurang hati-hati dalam satu atau lain hal, maka makhluk-makhluk manja ini akan ngambek dan tidak mau membahagiakan saya lagi. Seakan-akan reaktor saya punya ‘suasana hati’. Satu saja kesalahan kecil dari saya, maka hasilnya bisa penyesalan berhari-hari. Ini pertama kalinya saya diperbudak oleh kencan saya, siang dan malam (saya biasa pulang dari lab lewat tengah malam dan sudah berada di lab lagi jam enam pagi). Tapi, begitu saya tahu rahasia-rahasia makhluk-makhluk kecil ini, maka saya segera merebut posisi sebagai master mereka. Sensasi menaklukkan makhluk-makhluk mini ini membuat saya ketagihan dan merasa sangat cocok melanjutkan petualangan selanjutnya dengan tipe bandel dan semau gue ini.

Oh ya, si bioproses ini juga memperkenalkan saya pada manisnya kebebasan sebagai peneliti mandiri. Ini adalah riset pertama saya di mana profesor berperan sebagai rekan sejawat saya, bukan sebagai atasan saya. Sensasinya campur aduk antara kebebasan berpikir/bertindak dan tanggung jawab pribadi. Saya selalu kesulitan memotivasi diri saya sendiri. Saya perlu orang lain yang bisa meneror saya dengan berbagai deadline yang akan membuat saya merasa tertekan dan melakukan pekerjaan saya sesuai target. Jadi pelajaran berharga yang saya peroleh dari kencan buta #4 ini adalah saya perlu lawan tanding yang tangguh untuk membuat saya selalu di track yang benar. Kalau tidak begitu, saya punya kecenderungan terlalu menikmati hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: