Kencan buta #5: Riset mandiri (UGM 2005-2007); produksi plastik ramah lingkungan

Saya sudah matang dan berpengalaman sebagai peneliti saat saya memulai kencan buta kelima dengan bakteri yang disebut Cupriavidus necator. Saya mulai konsisten dengan tipe pacar yang saya pilih karena saya mulai menemukan karakter yang saya sukai: tipe ‘sulit’ tapi berkepribadian. Sebetulnya pacar saya kali ini tidak terlalu sulit. Dia punya banyak mantan pacar dan saya sudah dapat banyak bocoran dari para mantan ini, bagaimana cara mengendalikannya. Sederhana saja perilakunya, dia makan glukosa dan menghasilkan poli hidroksi butirat, yaitu plastik yang karakternya mirip polietilen, tapi biodegradable dan biocompatible. Dengan pengalaman di 4 kencan buta sebelumnya, apa yang masih jadi masalah di kencan buta kelima ini? Jawabnya adalah segalanya. Satu pelajaran yang saya belum paham juga sampai saat itu adalah bahwa tidak ada kencan buta yang sama. Saya tidak bisa membuat generalisasi pada kencan-kencan buta saya. Setiap kencan buta punya tips dan trik-trik tersendiri.

Petualangan saya dengan si jagoan #5 ini, tidak peduli pengalaman-pengalaman saya sebelumnya, adalah hubungan yang paling menguras energi saya secara emosional. Bukan karena saya merusakkan peralatan mahal di lab, karena sekarang saya punya mahasiswa-mahasiswa yang mengurus dia di bawah supervisi saya, saya tinggal terima enaknya saja. Jika sampai ada mahasiswa yang memboroskan dana riset saya dengan membuat kerusakan di  lab, maka mereka tidak akan bisa lolos begitu saja dari omelan saya yang sudah pasti tidak akan berhenti dalam beberapa hari. Masalah saya adalah karena saya mencoba melakukan kencan ganda. Saya pikir dengan kencan ganda, saya bisa menghemat biaya dan tenaga karena aka nada saling berbagi. Ternyata tidak sesederhana itu.

Di kencan-kencan sebelumnya, saya bekerja sendiri. Ternyata lebih gampang menangani diri sendiri. Saat saya harus mulai menghadapi manusia-manusia lain dalam kencan ganda, saya baru menyadari bahwa hal paling penting adalah kesamaan visi/misi dan kesesuaian kepribadian antara semua pihak yang terlibat. Saya bisa jadi mengenal mikroorganisme saya dengan sangat baik, tapi ternyata saya masih bermasalah dalam interaksi dengan peneliti-peneliti yang lain. Saya masih perlu meningkatkan keterampilan persuasi, negosiasi, dan manajemen pada umumnya, untuk membuat semua orang (termasuk saya sendiri) merasa senang.

Iklan

4 Tanggapan to “Kencan buta #5: Riset mandiri (UGM 2005-2007); produksi plastik ramah lingkungan”

  1. BISA BANTU SAYA??DIMANA MENDAPATKAN BAKTERI INI…SAYA BUTUH UNTUK PENELITIAN SAYA…..ThANX

    RIFKI

  2. ibu wiratnii… salam kenal… saya juga sedang berproses untuk meneliti PHB buu.. tapi sumber patinya dari porang (iles-iles). jadi bersemangat nii setelah baca blog ibu… XD

    • Salam kenal juga Bu Raras 🙂 Riset PHB-nya di mana? Saat ini ada salah satu mahasiswa S3 di lab saya yang juga riset porang, tapi dia buat oligosakarida untuk functional food. Silakan sharing riset PHB-nya di blog ini Bu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: