Kencan buta #6: Riset mandiri (UGM 2007-2009); riset postdoctoral (Cornell University 2009); proses peruraian anaerobik

Saksi bisu kejorokan si anaerobic digestion

Dengan sejarah pengalaman kencan buta selama 15 tahun, dengan pengalaman yang sudah kurang-lebih bisa dibilang komprehensif dalam ‘seni penaklukan’, saya meningkatkan resiko untuk pacar berikutnya: saya ingin tahu rasanya main kotor. Lima tahun pengalaman kencan buta dengan teknik bioproses membawa saya ke hubungan jorok dengan dunia peruraian anaerobik, yang sampai saat ini merupakan kencan buta yang paling menggairahkan. Ternyata, saya takjub juga, saya memang berbakat jorok dan suka main kotor.

Peruraian anaerobik adalah urusan jorok karena biasanya berkaitan dengan ‘pembusukan’. Ternyata, peristiwa pembusukan, yang biasanya membuat orang mengernyitkan wajah karena bau dan berbagai visual horornya, menghasilkan berbagai macam produk yang berguna. Ada biogas yang bisa dibakar menghasilkan energi, ada berbagai asam yang bisa kita manfaatkan lebih lanjut, dan sebagainya. Sekedar untuk memberikan gambaran betapa joroknya kisah cinta saya yang ini, saya akan berikan angka-angkanya: saya menjalankan 4 buah reaktor anaerobik secara serentak, masing-masing kapasitasnya adalah 9 liter, berisi campuran kotoran sapi dan air, lalu setiap 2 hari sekali saya harus memberi makan reaktor-reaktor saya itu dengan 1 liter larutan kotoran sapi segar . Karena saya harus menjalankan reaktor-reaktor ini selama 8 bulan secara kontinyu, dan selama eksperimen ini saya harus menggunakan kotoran sapi yang spesifikasinya hampir sama, maka saya harus menimbun kotoran sapi di lab. Saya harus pergi ke peternakan sapi terdekat, mengambil sekitar 100 kg kotoran sapi segar (yang baunya ‘segar’ juga), lalu membekukan dalam freezer bersuhu -20oC.

Tentu teman-teman satu lab akan beramai-ramai membunuh saya kalau saya menimbuni freezer lab dengan 100 kg kotoran sapi begitu saja. Jadi seharian saya harus menyendoki 100 kg kotoran sapi ini ke dalam kantong-kantong plastik Ziplock (ada sekitar 60 kantong plastik) lalu menata kantong-kantong itu dengan rapi dalam freezer. Saat saya pulang dari lab naik bus hari itu, tak seorang pun mau duduk di sebelah saya. Pacar saya kali ini benar-benar posesif, menjauhkan saya dari orang lain dan mendekatkan saya pada dunia lalat. Melihat saya masih bertahan setelah mengalami semua hal ini, saya sadar bahwa kali ini saya betul-betul jatuh cinta, bukan hanya mencari kesenangan sesaat lagi.

Hal paling menarik dari si peruraian anaerobik ini adalah ketangguhannya. Pacar saya sebelumnya memang berandalan tapi tidak cukup gagah berani menghadapi persaingan dengan berandal-berandal yang lain dan malahan walaupun tampangnya sangar, pacar saya itu gampang sakit. Makanya saya putus saja dia karena capek mengurus pacar sakit-sakitan seperti itu. Boros, moral dan material. Apalagi saya menghadapi isyu-isyu tak menyenangkan dengan kencan ganda itu tadi (PS: Baca kencan buta #5). Pacar saya kali ini lebih tahan banting. Betul-betul raja preman yang membuat saya tergila-gila.

Mikroorganisme yang sering digunakan dalam peruraian anaerobik adalah mikroorganisme liar yang sudah ada di alam dan seringnya tidak perlu kita murnikan dulu. Mereka akan tumbuh sendiri asal kita tahu bagaimana membuat hati mereka senang. Kalau mereka sudah senang, walaupun kita sudah bosan dengan mereka, mereka akan tetap ada untuk kita. Bahkan jika berusaha kita bunuh pun mereka tidak mati juga (paling-paling ‘kelenger’ tapi sebentar juga sudah segar lagi). Masalahnya, sering ada kesalahpahaman. Saya inginnya si dia menghasilkan biogas, tapi ternyata malah menghasilkan asam dan akibatnya kelenger sendiri akibat terlalu lama berkubang dalam asam (dan amit-amit juga baunya sampai saya malas mendekat). Tetap sulit dikendalikan, tapi saya tidak perlu kuatir bahwa dia akan tiba-tiba mati kalau saya salah strategi. Saya bermaksud kelak mempekerjakan pacar saya ini untuk pengolahan limbah (kalau saya sudah betul-betul berhasil menaklukkannya), jadi faktor tahan banting ini penting sekali.

Cinta saya yang ini begitu membuat saya penasaran sehingga sepertinya akan bisa membuat saya setia untuk jangka waktu yang agak lama sebelum saya mencari tipe yang lain. Semakin saya mengenal kekuatan pacar saya ini, saya semakin cinta betul dan bahkan memikirkan kemungkinan melanjutkan hubungan ini melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Iklan

2 Tanggapan to “Kencan buta #6: Riset mandiri (UGM 2007-2009); riset postdoctoral (Cornell University 2009); proses peruraian anaerobik”

  1. bu, saya mahasiswa s-2 ibu. boleh tidak saya ikut gabung dengan group riset ibu, untuk bisa belajar tentang bakteri lebih banyak? (saya pernah melarikan diri dari teknik kimia tetapi karena pernah bekerja dengan bakteri-2 & jatuh cinta dengan mereka, sehingga balik lagi. tetapi pengalaman & pemahaman saya terhadap mereka masih sangat-2 primitif). (saat memilih dosen pembimbing, saya memilih ibu karena memang tertarik sekali dengan bioproses, tetapi, hasil undiannya berbeda, jadi ini bukan untuk keperluan tesis, tetapi ingin bisa belajar lebih banyak). terima kasih sebelumnya.

    • Hahahaha … itu yang namanya “cinta buta” … sudah tahu sulit tapi malah makin termehek-mehek … hahaha … grup riset saya terbuka untuk berbagai motivasi: untuk tesis maupun sekedar iseng “testing the water” … saya punya meeting2 rutin dengan sub-grup yang saya bimbing (saat ini ada sub-grup desain digester, purifikasi biogas, pupuk organik granul, dan pupuk organik cair). Anda bisa join meeting2 ini kalau ingin ikut diskusi. Dari situ mungkin nanti bisa lihat apa ingin terlibat lebih dalam di salah satu project kami 🙂 Email saya, nanti saya infokan jadwal meeting kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: