MENTOR

Seperti juga manusia-manusia yang lain, saya dilahirkan sepolos akua (bukan yang palsu). Apa pun jadinya saya hari ini, adalah refleksi dari jejak-jejak para mentor saya, yang masing-masing berkontribusi memberikan warna pada karakter saya. Saya tidak bisa mengungkapkan rasa terima kasih saya pada mereka dengan kata-kata, apalagi dengan upeti. Ada banyak sekali guru, kerabat, dan sahabat-sahabat yang telah menjadikan saya seperti sekarang ini. Seluruh pencapaian saya inilah, dan semua yang saya lakukan dalam profesi saya untuk bangsa dan negara saya, adalah ungkapan rasa terima kasih saya pada mereka. Tentu saja saya tidak bisa menuliskan semua kontributor tersebut satu per satu, tapi itu tidak berarti saya menganggap mereka tidak penting. Dalam berbagai keterbatasan saya, saya hanya menuliskan beberapa dari mereka, yang mengantarkan saya untuk lepas landas sebagai peneliti, sejak saya mengenal ‘laboratorium’ di tahun 1994 sampai hari ini.

Iklan

2 Tanggapan to “MENTOR”

  1. Sejujurnya saya iri membaca blog ibu di bagian mentor ini, karena sejak S1 selalu mendapatkan “guru” yang supportif, punya attitude dan value keilmuwan yang strategic, sekaligus partner riset yang bisa mentransformasikan pengetahuannya kepada mahasiswanya.

    Sejak S1 saya selalu punya impian bisa riset interdispliner krn saya anggap perkembangan sosiologi hanya “lari ditempat” dan terlalu dipolitisir oleh oknum-oknum pengajar yang menganggap dirinya dewa sehingga menjauhkan diri dari sisi sosiologi yang humanis dan “engaging” dgn komunitas. Pernah keinginan ini saya sampaikan di jurusan, pemikiran sayapun dianggap “nyleneh”, “nekat”, “tidak kontributif” dan “menyimpang” dari mainstream ilmu sosiologi. Sampai akhirnya saya putuskan untuk keluar dari kampus dan menjadi “buruh riset” di banyak tempat sampai akhirnya saya diterima di interdisciplinary renewable energy department, Univ Oslo dan kembali ngotak-atik teori tentang end-user biogas.

    • Hallo Alam, thanks for stopping by ๐Ÿ™‚ Menarik juga jalan hidup Anda yang begitu “terjal berliku” … Saya pribadi selalu menganggap semua pengalaman dalam hidup ini, baik pengalaman manis maupun pahit, adalah “guru” yang sangat baik untuk membentuk visi dan misi kita sebagai manusia ๐Ÿ™‚ Looking forward to seeing you in Yogya ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: