Prof. Dr. Ida Bagus Agra

Pak Agra adalah pembimbing saya dalam riset saya yang pertama. Riset adalah hidup beliau. Sungguh merupakan sebuah kesempatan berharga bagi saya untuk berguru pada beliau. Beliau sering mengunjungi saya di laboratorium waktu itu, dan dengan sabar mengoreksi teknik eksperimental saya. Beliau membaca tulisan-tulisan saya baris demi baris dan memperbaiki tata kalimat saya satu per satu. Beliau mengajarkan pentingnya detail dan akurasi. Selain itu, hal yang paling menonjol dari kepribadian beliau adalah kesederhanaannya. Walaupun beberapa pandangan beliau waktu itu, saya pikir, kurang sesuai lagi dengan abad ke-21 yang ‘kejam’ ini, nilai-nilai universal tentang kejujuran dan kerendahan hati yang beliau ajarkan akan selalu relevan untuk berbagai konteks.

Saya tidak pernah berpikir menjadi dosen sebelumnya. Waktu itu saya mengira bahwa dunia dosen adalah dunia yang statis dan saya tidak akan tahan hidup dalam rutinitas. Pak Agra mengubah pandangan saya dan meyakinkan saya bahwa saya berbakat dalam riset. Beliau meyakinkan saya bahwa universitas adalah arena bermain paling ideal buat saya.

Pada saat saya mendengar kabar bahwa beliau telah berpulang pada tanggal 10 Januari 2010, saat saya masih berada di New York, seperti ada icicles menghunjam ke hati saya. Saya sudah membelikan sebuah syal wool untuk beliau karena saya bermaksud mengunjungi beliau pada saat saya kembali ke Yogya nanti, untuk menceritakan tentang Cornell dll. Seperti waktu saya kembali dari West Virginia 5 tahun yll. Beliau antusias sekali ‘nanggap‘ cerita saya waktu itu, seperti seorang rocket scientist yang gembira sekali roket bikinannya bisa melambung jauh dan tinggi. Tapi kemudian kesibukan saya di kampus dan sebagainya membuat saya tidak pernah mengunjungi beliau lagi. Saya bahkan tidak ‘sempat’ berpamitan pada beliau saat saya akan bertolak ke USA lagi waktu itu. Saya merasa durhaka sekali.

Iklan

2 Tanggapan to “Prof. Dr. Ida Bagus Agra”

  1. Tak sengaja sy ingin menelusur jejak Pakde saya, seingat saya dulu pernah ke US. Dan saya hanay sempat ketemu Pakde terbaring Dec 2008, saat saya mudik Dec 2009 saya baru akan menengok sehabis renang dengan anak-anak di IKIP, saya mendapat telpon dari Ibu saya harus segera ke Bulaksumur. Tyt beliau telah tiada…saya pun merasa durhaka…beliau pernah bercerita ttg Bu wiratni yg kalo tak salah Ibu Bu Wiratni jg lulusan Tehnik Kimia ya, dan beliau pun cerita ttg percomblangan Bu Wiratni dg asisten beliau (suami Bu Wiratni).

    • Hallo Bu Ika, betul saya murid Pak Agra di Teknik Kimia … dan betul juga bahwa beliau selalu merasa mencomblangi saya dengan Mas Budhi yang waktu itu adalah asisten beliau, walaupun kami berdua selalu menyangkal keras hehehehe …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: