Prof. Lars Angenent, PhD

Saya biasa memanggilnya “Lars” saja karena memang dia hanya 4 tahun lebih tua daripada saya. Dia adalah profesor kolaborator saya dalam urusan anaerobic digestion. Saya ‘menemukan’ dia di belantara internet, saat saya mulai mencari referensi untuk membangun dasar teori yang saya perlukan untuk riset biogas saya. Publikasinya ada di mana-mana sehingga jika kita ketik keywords anaerobic digestion di scientific search engine, namanya akan bermunculan di berbagai jurnal. Saya mulai kontak dia lewat email dan untuk orang yang cukup terkenal seperti dia, keramahan dan perhatiannya pada email ‘nobody’ dari negeri antah berantah seperti saya, sangat mengesankan. Saya kirim email dan ide-ide saya tentang project biogas saya. Rupanya dia tertarik dan membantu saya mencari dana untuk merealisasikan riset saya.

Dia tidak pernah mengenal saya in person sebelumnya, tapi dia begitu percaya pada CV dan proposal saya. Entah apa yang dia tulis dalam surat rekomendasinya ke Schlumberger, tapi yang jelas hasilnya adalah Schlumberger bersedia menanggung semua konsekuensi petualangan saya di lab Lars. Lars jugalah yang membuat saya bisa mendapatkan ijin 10 bulan meninggalkan UGM. Awalnya saya hanya diijinkan pergi 4 bulan, tapi kita tahu, 4 bulan untuk eksperimen anaerobic digestion itu cuma dapat baunya saja. Jadi Lars menulis email panjang lebar pada Ketua Jurusan untuk memohonkan ijin bagi saya. Dan dia berhasil lagi.

Lars in person, ternyata jauh lebih ‘menarik’ daripada Lars in email. Dia sangat dinamis, perfeksionis, casual, kadang-kadang ‘kejam’ pada mahasiswanya, tapi di banyak kesempatan yang lain dia menunjukkan sisi-sisi guru yang sangat bijaksana dengan caranya memuji, toleransinya, dll. Dia juga jeli mengamati orang. Baru dua minggu saya bergabung di grup risetnya, dia sudah bisa menyimpulkan: ‘You are meticulous’ … ‘you are very efficient’ … you are stubborn’ (yang ini paling sering) … dan masih banyak lagi.Yang saya paling suka dari kepribadian Lars adalah sikapnya yang selalu lugas dan blak-blakan: apa yang diucapkannya sama persis dengan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Saya tidak perlu menebak-nebak dan dengan demikian tidak pernah ada salah paham.

Selain menjadi sparring partner saya dalam riset biogas ini, Lars juga memberikan contoh yang sangat baik dalam hal manajemen grup riset yang cukup besar. Saya mengamati bagaimana cara Lars memantau 20 mahasiswa di bawah supervisinya, bagaimana strategi pendanaan risetnya, bagaimana kiat memilih jurnal yang tepat untuk publikasi hasil riset kita, bagaimana akalnya untuk ‘menjual diri’ di lingkup yang lebih luas dari disiplin ilmu kita, dll. Bekerja bersama Lars seperti capstone yang menggabungkan semua hal dari para mentor saya sebelum dia.

Lebih dari segalanya, Lars sangat ingin ke Indonesia. Walaupun sudah sangat lama tinggal di USA, dia masih sangat Belanda. Kegemarannya adalah rijstaffel dan kroketjes. Waktu masih di college di Belanda dulu, dia bahkan pernah membuat makalah tentang Borobudur. Jadi sepertinya persahabatan kami bakal bisa bertahan lama.

Link: angenent.bee.cornell.edu

Iklan

2 Tanggapan to “Prof. Lars Angenent, PhD”

  1. aku waktu liat di website kantor, pengumuman wanita2 yg dapet beasiswa dan liat nama mba Wiratni, langsung mikir apa ini mba Wiratni tekkim. ternyata bener. selamat yah

    • Hallo Novi 🙂 Iya memang saya salah satu dari cewek2 Schlumberger dalam program Faculty for the Future. Thanks for the attention 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: